True love (cinta sejati)
Dari berbagai pengalaman percintaan yang di alami manusia . Banyak yang bertanya seperti apakah cinta sejati itu. Saya sendiri ikut menanyakan hal tersebut. Saya berulang kali jatuh cinta dan sejauh pengalaman saya, saya belum menemukan cinta sejati.
Cinta sejati adalah ketika dua orang saling jatuh cinta, dan keduanya sama-sama berjuang untuk cinta nya. Dan saya belum pernah di posisi itu, saya jatuh cinta, tapi seseorang yang saya sukai tidak demikian. Adapun seseorang yang mengaku mencintai saya namun saya juga tidak dapat membalas perasaan mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan, akankah cinta sejati itu benar-benar ada?
Saya pernah confes ke orang yang saya sukai dan saya mendapatkan penolakan. Terhitung sudah kepada 3 orang saya pernah confes dan mendapatkan penolakan. Orang pertama adalah seseorang yang merupakan teman nya teman saya. Saya tipe yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia lumayan baik, ganteng. Saya memperjuangkan cinta saya sebisa mungkin, sampai di satu masa, menurut saya dia sudah keterlaluan. Dia mencemooh saya di depan teman2nya. Saya merasa sakit hati. Dan saya berhasil melupakannya. Dia pernah menchat saya lagi. Tapi moralitas yang ditunjukkan menghapus perasaan saya.
Lalu pada orang kedua yg saya confes merupakan kakak tingkat saya, dia baik, pintar, ganteng. Dia menolak saya dengan terhormat, dan saya mendapati dia setelah beberapa bulan dia telah memiliki kekasih, saya turut bahagia. Dan kali ketiga saya jatuh cinta lagi, dan saya confess kepada seseorang yang merupakan adek tingkat saya. Saya tidak dapat menghitung berapa kali saya telah menyatakan perasaan padanya dan selalu di tolak, dia menawarkan pertemanan, awal nya saya menerima saja tapi saya mendapati diri saya masih berharap lebih padanya. Dia baik, ganteng, pintar, soft spoken. Dia type saya banget.
Saya sudah mengejarnya selama dua tahun terakhir, mungkin saya bisa lebih dari itu. Tapi dia bilang dia ilfeel kepada saya. Itu membuat saya berfikir, mungkin dia hanya seseorang yang terlalu baik yang bingung menghadapi saya. Dan dia juga mengatakan telah punya seseorang yang ada di hatinya. Saya sering menchat dia tanpa ada balasan. Saya menganggap itu perjuangan dan berusaha membuktikan bahwa cinta saya sangat besar.
Namun, saya berfikir trlalu egois jika memintanya terus-tetusan. Saya jujur bahagia melihat dia bahagia, saya pikir bisa saja saya menggantikan seseorang yang di hatinya itu. Tapi itu salah. Saya men do'a kan yang terbaik untuk nya, bahkan saya sering menangis karna memikirkan nya. Saya merasa bersalah sekaligus kasihan pada dia dan diri saya sendiri. Dia sudah sangat baik utk dua tahun terakhir, dan kita sempat berteman. Saya berfikir mungkin saya obsess. Hanya saja lama kelamaan saya mulai menerima hal tersebut, dan memutuskan untuk tidak menghubungi nya lagi. Saya pamitan di chat, men do'a kan yg terbaik untuknya, semoga dia menemukan cintanya, mendapatkan cinta nya. Menggapai impiannya. Saya turut bahagia untuknya. Dan masih sampai saat ini. Dia belum hilang dari hati saya. Tapi saya berjanji pada diri saya sendiri, bahwa itu sudah lebih dari cukup. Saya tidak perlu memaksakan kehendak. Dia berhak memilih dan berhak atas hidupnya sendiri.
Lalu untuk seseorang yang saya tolak, saya begitu banyak meminta maaf, saya paham rasanya menyukai seseorang, tapi saya juga tidak memaksakan diri.
Saya berharap segera menemukan cinta sejati. Cinta yang benar-benar tulus.
Kemudian apakah cinta sejati akan hidup bersama? Atau hanya sama2 memiliki perasaan yang utuh layak nya, kisah layla dan majnun. Atau kisah Romeo dan juliet? .
Banyak dongen atau cerita lama yang mengatakan bahawa cinta sejati tidak harus saling memiliki, namun mereka tetap saling menyukai.
Komentar